web analytics

Rahasia Rezeki (100): Misteri Perolehan Pekerjaan

Sepulang dari rumah teman ini, saya merenung bagaimana seseorang berliku-liku mendapat rezekinya. Yakni pekerjaan. Dan juga jodoh. (Dia dapat jodoh dari teman dosen saat mengajar di PTS dulu).

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saya mungkin termasuk generasi yang beruntung. Atau unik ya?

Secara resmi di sekolah saya tak pernah diajarkan komputer. Ya, saya memang mengenal komputer mungkin di bangku SMP. Tapi itu lebih hanya bermain game di PC seorang teman. Lebih daripada itu tak pernah mengenal komputer lebih jauh dari hanya sekedar game.

Baru semester akhir sebelum lulus kuliah belajar secara resmi tentang komputer, yakni DOS, word star dan DBASE. Tapi tetap tak berpengaruh dalam studi, karena skripsi tetap saya ketik manual dengan mesin tik. Jadi generasi saya belum hidup dalam zaman komputer di masa sekolahnya.

Saya sendiri baru ‘touch’ dengan komputer saat mulai bekerja. Saat itu mulai mengenal Windows 3.11. Saat bekerja inilah saya mulai belajar komputer secara sungguh-sungguh dan mulai menggunakannya secara optimal.

Beruntung saya termasuk orang yang kenal internet lebih dini dibanding lainnya. Perusahaan saya termasuk perusahaan besar dan tergantung tinggi pada komunikasi sehingga internet sudah masuk ke kantor. Itu sekitar tahun 1996.

Karena belum mengenal komputer, boro-boro internet, maka tak ada email, Facebook atau Twitter. Saya baru menggunakan Facebook mulai 2008.

Kenapa saya menceritakan hal ini?

Karena tak ada Facebook dan sebangsanya, maka kebanyakan teman-teman sekolah setelah lulus dan berpisah, jadi tak begitu tahu bagaimana kabarnya. Gelap. Kecuali teman-teman yang melanjutkan di sekolah yang sama. Sebagian hanya tahu secara samar-samar dari teman yang masih tetap berhubungan dengan saya.

Setelah belasan tahun bahkan puluhan tahun kemudian baru bisa berhubungan dan berkomunikasi. Bertukar sapa dan kabar menanyakan keadaan. Ini gara-gara FACEBOOK! Lewat Facebook, saya jadinya tahu bagaimana kondisi teman-teman sekolah dulu, bahkan nantinya apa yang dipikirkan, pendapatnya, makan di mana, jalan-jalan di mana dan seterusnya.

Kebanyakan banyak yang membuat saya tak percaya tentang pekerjaan yang sekarang dijalaninya. Misal: bagaiman seorang teman yang bengal dan nilainya pas-pasan, sekarang menjadi dokter. Atau seorang teman yang selalu ceria, menjadi primadona sekolah akhirnya menjadi guru SD. Atau ada teman yang pintar, selalu ranking, ternyata karirnya biasa saja dan akhirnya menjadi ibu rumah tangga. Dan masih banyak keterkejutan saya tentang pekerjaannya. Karena tak mengira atau sesuai dengan bayangan kita sewaktu di sekolahnya dulu.

Lalu ada cerita menarik lagi tentang kabar teman SMP yang sekarang menjadi dosen sebuah PTN. Saya sungguh terkejut, karena saya cukup mengenalnya. Karena selain kenal sejak SD, rumahnya tak begitu jauh dari rumah, bahkan dia pernah sebangku.

Saya tahu bagaimana kepintarannya, termasuk nilai-nilainya. Bagaimana dia di kelas sering mencontoh PR teman-teman sebelum bel berbunyi. Atau berusaha mencontek saya. Karena itu, selulus SMP dia berpisah dengan saya. Dia harus sekolah di pinggiran kota, meski masih SMA negeri.

Waktu kuliah bertemu kembali, meski tak sama program studinya, tapi masih satu kampus. Tapi sejak lulus kuliah, tak pernah tahu bagaimana kabarnya. Saya masih berusaha ke rumahnya saat lebaran, tapi tak pernah bertemu. Dari beberapa teman, saya mendapat kabarnya secara samar-samar.

Dan baru lebaran lalu, saat ke sana saya bisa bertemu dengannya. Meski nyaris gagal. Karena saat ke sana, dia lagi keluar. Sudah berniat, saya tunggu meski lama. Untung Ibunya menemani dan mengobrol banyak hal, termasuk tentang teman saya, anaknya itu.

Setelah banyak bercakap, akhirnya saya jadi tahu bagaimana riwayat pekerjaannya. Ternyata selulus kuliah, dia berusaha mencari pekerjaan. Meski lulusan PTN favorit, karena bukan termasuk pintar dan menonjol, dia kesulitan mendapat pekerjaan yang enak dan mapan. Kebanyakan adalah sebagai sales. Karenanya dia keluar masuk perusahaan.

Melihat hal ini orang tuanya prihatin. Maka dia diminta mengajar sebuah PTS. Kebetulan orang tuanya menjadi dosen di kampus tersebut. Bahkan Ibunya punya kedudukan lumayan di kampus tersebut. Dari situ, ketahuan bahwa ‘passion’nya memang mengajar. Maka orang tuanya menyuruh kuliah lagi.

Saat yang lain masih berjuang dengan karir di posisi bawah, maklum baru beberapa tahun berkarir, teman kita ini sudah kuliah lagi. Dengan biaya sendiri. Akhirnya setelah lulus S2, dia pindah mengajar ke kampus lain. Meski kampus lama tak ditinggal.

Dari situ, dia jadi lebih fokus dengan dunia pendidikan, sehingga dia mendapat informasi lowongan dosen di sebuah PTN. Dia melamar, akhirnya dia diterima sebagai dosen di situ.

Waktu saya mendengar kabar secara samar bahwa dia sekarang dosen, saya sungguh tak percaya. Karena dia selain pendiam, dia juga takut kalau ngomong di depan kelas. Mungkin karena kegagapannya. Ngomongnya terbata-bata. Maka ketika bertemu itu saya tanyakan keadaan ini. Dia tertawa. Masih, katanya, tapi sudah jauh lebih baik. Tapi saya perhatikan, masih ada gagapnya, meski sudah tak kentara lagi.

Sepulang dari rumah teman ini, saya merenung bagaimana akhirnya seseorang berliku-liku mendapat rezekinya. Yakni pekerjaan. Dan juga jodoh. (Teman saya ini akhirnya mendapat jodoh dengan teman dosen saat masih mengajar di PTS sebelumnya.)

Mungkin banyak orang tak mengira bagaimana mendapatkan pekerjaannya. Tapi tentu tak lapang dan berliku-liku untuk meraihnya. Saya dan mungkin yang lain, tahu hanya akhirnya. Yakni di posisi terakhirnya. Jadi selain memang sudah rezeki, itu juga karena kerja kerasnya. Jadi tetap berusaha sambil terus berdoa. [TSA, 03/02/2012 subuh]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rezeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di http://enerlife.web.id/category/rejeki/. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rezeki’ ini.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

585 total views, 18 views today

About Mochamad Yusuf

Mochamad Yusuf was born in Surabaya on December, 29th. After passed his education in Communication Studies from University of Airlangga in 1995, he worked in SCTV as a promotion producer until 1998. Then, he has joined SAM Design, a well-known company for website developing and application. More than 134 websites and application projects have been done there. Yusuf also speaks in many public seminars and radios, as well as teaches at STIKOM and Christian University of Petra Surabaya. Yusuf likes to read, write and watch the movies. You can see his writings on Jawa Pos, Surabaya Post, also internet media. His book has been published, "99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet". He has achieved some regional and national awards too. You also monitor his activities in Facebook profile, http://www.facebook.com/mcd.yusuf or personal website, http://m.yusuf.web.id.

03. May 2012 by Mochamad Yusuf
Categories: All, Motivasi & Pencerahan | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *


CommentLuv badge

Subscribe without commenting

%d bloggers like this: