web analytics

Kolang-Kaling [4]: Melihat Meteor Atau Santet?

Masih mengemudi, saya jadi teringat cerita Ibu saya. Dulu ada kepercayaan santet. Apakah yang saya lihat itu santet? Bukan meteor? Entahlah. Tapi yang jelas, peristiswa malam ini membuat saya mengingat adanya sebuah meteor.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Meteor secara umum dilihat sebagai benda bercahaya di langit yang berjalan secara cepat. Cepat sekali muncul dan cepat sekali hilang. Biasanya arahnya dari atas turun ke bawah (vertikal meski agak landai). Kalau dilihat dari mata awam, jaraknya tidak jauh saat mulai dari muncul sampai hilang kembali. Tapi mungkin secara realitas jaraknya bisa ratusan kilometer.

Secara ilmiah, meteor adalah benda angkasa yang masuk ke bumi. Saat melewati atmosfir yang penuh udara, maka benda itu bergesekan dengan cepat dengan oksigen karena jatuh ditarik gravitasi bumi. Menjadi panas, berpijar dan terbakar. Terbakarnya ini seperti cahaya dari jarak jauh. Biasanya sebelum sampai ke bumi, meteor itu sudah habis terbakar.

Saya mencoba mengingat-ngingat berapa kali sebenarnya saya melihat meteor dengan sadar. Artinya saya melihat dan mengingatnya dengan jelas meteor itu.

Rasanya tidak banyak. Saya mengingatnya hanya melihat 2 kali dalam selama hidup saya.

Yang pertama saat kelas 3 SMP. Waktu itu sudah 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Saat itu saya melakukan itikaf di sebuah masjid. Setelah lama melakukan itikaf, saya keluar dari masjid. Itu mungkin sekitar pukul 2-3 pagi. Saya berjalan ke halaman masjid. Dan secara iseng, saya menuju samping masjid yang sebenarnya adalah lapangan yang luas.

Ada tembok yang membatasi antara masjid dan lapangan itu. Pada hari biasa pintu itu terkunci. Tapi malam itu, saya coba buka ternyata tidak terkunci. Saya masuki lapangan yang luas. Gelap. Dan kegelapan ini membuat langit tampak jelas saat saya mendongak ke atas.

Langit tampak indah. Bintang dan benda-benda langit lainnya tampak jelas terlihat. Kelap-kelip. Tiba-tiba ada sebuah meteor melintas. Saya pandangi meteor itu dan tampak keren.

Meteor kedua saya lihat saat perjalanan dinas ke luar kota (Jogjakarta). Perjalanan ini dilakukan lewat jalan darat. Karena tidak mau menginap, maka hari itu kita paksakan kembali ke Surabaya meski dari Jogja sudah Maghrib (untuk kembali ke Surabaya).

Waktu itu saya yang mengemudi, karena sopirnya terlihat kelelahan seharian mengemudi yakni saat berangkat ke Jogja. Beberapa kali dia melakukan kesalahan saat kembali ke Surabaya. Sepertinya dia sudah tidak fokus lagi. Takut terjadi apa-apa, maka saya berinisiatif yang mengemudi.

Setelah lepas dari kota Nganjuk menuju Kertosono, saya melihat sebuah meteor. Tapi ada 2 keanehan. Pertama, terangnya luar biasa. Seperti bukan meteor, tapi kembang api. Kedua, gerakannya tidak dari atas ke bawah. Tapi dari samping bergerak ke samping. Gerakan horizontal, meski melengkung.

Saya mencoba melihat arloji, sekitar pukul 02.00 pagi. Apakah jam segini orang masih main kembang api? Rasanya tidak. Lagian tidak ada lanjutan kembang api lain. Kalau main kembang api, akan meluncur beberapa kali. Dan tempatnya tinggi. Kembang api tidak mampu sampai ketinggian itu.

Masih mengemudi, saya jadi teringat cerita Ibu saya dulu sewaktu kanak-kanak. Dulu ada kepercayaan santet. Santet adalah mengirim bala (musibah/penyakit/kutukan) ke seseorang. Santet ini dikirim dari seseorang di suatu tempat. Saat dikirim santet terlihat seperti meteor yang keluar dari rumah dan meluncur di langit saat menuju ke rumah sasaran.

Apakah yang saya lihat itu santet? Bukan meteor? Entahlah. Tapi yang jelas, peristiswa malam ini membuat saya mengingat adanya sebuah meteor. [PURI, 28/9/2012 sore]

~~~
Tidak seperti serial tulisan saya lainnya, serial ‘Kolang-Kaling’ ini adalah tulisan saya yang warna-warni. Tidak ada benar merah tema yang diusung. Yang jelas ada keinginan menulis, maka tulisan serial ini ada. Hehehe. Anda bisa membaca tulisan saya pada serial-serial yang serius di http://enerlife.web.id

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

18,886 total views, 6 views today

About Mochamad Yusuf

Mochamad Yusuf was born in Surabaya on December, 29th. After passed his education in Communication Studies from University of Airlangga in 1995, he worked in SCTV as a promotion producer until 1998. Then, he has joined SAM Design, a well-known company for website developing and application. More than 134 websites and application projects have been done there. Yusuf also speaks in many public seminars and radios, as well as teaches at STIKOM and Christian University of Petra Surabaya. Yusuf likes to read, write and watch the movies. You can see his writings on Jawa Pos, Surabaya Post, also internet media. His book has been published, "99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet". He has achieved some regional and national awards too. You also monitor his activities in Facebook profile, http://www.facebook.com/mcd.yusuf or personal website, http://m.yusuf.web.id.

01. October 2012 by Mochamad Yusuf
Categories: All, Blog | Tags: , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *


CommentLuv badge

Subscribe without commenting

%d bloggers like this: