web analytics

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (2): Perlukah Disekolahkan di Sekolah Islam Terpadu?

Menunggu teman lain untuk shalat Dhuha jamaah

Menunggu teman lain untuk shalat Dhuha jamaah

Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Lalu apa sebenarnya keunggulan SIT? Kira-kira apa kelemahan bersekolah di SIT? Perlukah kita memasukkan anak kita ke sekolah ini?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Beberapa kali saya menulis yang menyinggung sekolah anak saya. Beberapa menanggapi dengan mengirim email, message Facebook dan SMS menanyakan di mana tempat sekolah tersebut. Memang sepertinya menyenangkan bersekolah di tempat tersebut. Tapi yang lebih menyenangkan lagi adalah bagi orang tuanya . Karena sekolah itu perpaduan pelajaran umum dan agama.

Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Jadi kalau itu sekolah dasar maka sering disingkat menjadi SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Biasanya jam sekolah lebih panjang. Sehingga kerap dinamakan sebagai ‘full day school’. Karena masa belajarnya seharian maka melewati jam makan siang, sehingga sekolah biasanya juga menyediakan makan siang.

Karena masa belajarnya panjang, maka tak hanya pelajaran umum seperti disyaratkan kurikulum nasional yang diajarkan, tapi juga yang lain. Yakni pelajaran agama, kegiatan keagamaan dan kegiatan ekstra kurikuler. Jadi seperti mengaji termasuk pelajaran yang dilahap setiap harinya, termasuk juga shalat Dhuha.

Lalu apa sebenarnya keunggulan SIT? Kira-kira apa kelemahan bersekolah di SIT? Perlukah kita memasukkan anak kita ke sekolah seperti itu?

Kalau saya ditanya seperti itu, jawabannya iya. Mengapa? Ada beberapa alasan perlunya kita memasukkan ke sekolah seperti itu.

Pertama, pelajaran agama yang lebih intensif.
Kalau belajar di sekolah umum, pelajaran agamanya tidak banyak. Paling 2 jam setiap minggunya. Bandingkan dengan sekolah terpadu. Untuk pelajaran agamanya mungkin sama, yakni 2 jam. Tapi banyak pelajaran yang terkait dengan agama, misal: mengaji, menulis Arab, hafalan doa, belajar sejarah agama, shalat Dhuha jamaah dan lainnya.

Kedua, pelatihan tingkah laku dan budi pekerti menurut tuntunan agama. Sejak masuk ke gerbang sekolah sampai nantinya pulang sekolah, anak-anak kita dilatih untuk berlaku sesuai tuntunan agama. Misal: datang ke sekolah disambut oleh guru dan kita menyalami dengan mencium tangan secara takzim para guru, lalu nanti shalat Dhuha jamaah. Juga ikrar sebelum masuk kelas yang sebagian adalah doa sebelum belajar. Masuk kamar mandi berdoa, mau masuk masjid berdoa, dan lainnya.

Ketiga, kegiatan tambahan yang positif.
Mereka memiliki jam khusus untuk membaca dan menulis. Mereka diminta untuk membaca buku-buku umum selain buku pelajaran. Bisa buku pribadi yang dibawa dari rumah atau pinjam dari perpustakaan. Lalu mereka diajari dan diminta untuk menulis. Dua kegiatan ini, membaca dan menulis, adalah positif dan berguna untuk pendidikan. Bahkan secara giliran, guru kelas akan mengajak seluruh siswanya ke perpustakaan untuk membaca bareng di sana.

Keempat, kegiatran ekstrakurikuler yang ‘wajib’.
Sebenarnya kalau kita mengacu pada kata ‘ekstra’, maka itu seharusnya tambahan. Tak wajib. Namun di sekolah seperti ini, jam ekstra bercampur dengan pelajaran utama. Jadi bukan dipisah. Bukan seperti sekarang pelajaran sekolah, setelah itu bebas tak terkait pelajaran. Karena itu pilihan kegiatan esktra sangat banyak. Kegiatan ini akan berusaha mengakomodasi keinginan, kesukaan dan bakat sang anak.

Kenapa kegiatan ekstra ini masih terasa wajib? Karena kegiatan ekstra ini juga dinilai. Dan nilainya akan dimasukkan juga ke rapor. Selain itu ada kegiatan ekstra yang tak wajib. Ini seperti kumpulan siswa yang memiliki minat yang sama atau biasa dinamakan klub. Misal: klub jurnalistik sekolah, mereka belajar menjadi jurnalis dan membuat media massa sekolah. Dan masih banyak kegiatan ekstra lain yang tak wajib.

Kelima, perhatian penuh dari guru.
Karena masa belajar yang lama, maka para guru akan lebih kenal dan dekat dengan siswa-siswanya. Sehingga mereka tahu apa yang menjadi kendala seorang siswa dalam belajar. Dia juga tahu kelebihan, kekurangan, bakat dan minat siswa. Dengan perhatian yang lebih, maka harapannya siswa bisa lebih berprestasi.

Oke, sekarang sudah tahu kelebihannya. Lalu apa kekurangannya?

Saya belum menemukan kekurangannya. Satu-satunya kekurangan yang saya rasakan bila disekolahkan ke sekolah seperti ini adalah… mahalnya biaya pendidikannya. Hehehe. Tapi mahal dan murah itu relatif. Dan kalau dibandingkan dengan hasilnya rasanya sepadan.

Jadi sekarang kembali ke konsep/tujuan Anda dalam mendidik anak. Kalau anda memiliki ‘kurikulum’ yang lebih memberikan dasar agama yang kuat, maka Sekolah Islam Terpadu (SIT) adalah pilihan Anda. [TSA, 2 Ramadhan 1433H / 21 Juli 2012M subuh]

~~~
Serial “Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara” ini adalah janji saya di awal bulan puasa 2012 untuk membuat sebuah kegiatan yang bermanfaat dan berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan saya yang lain. Yakni membuat sebuah tulisan setiap harinya selama bulan Ramadhan. Semoga bisa! Amin.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

27,916 total views, 10 views today

About Mochamad Yusuf

Mochamad Yusuf was born in Surabaya on December, 29th. After passed his education in Communication Studies from University of Airlangga in 1995, he worked in SCTV as a promotion producer until 1998. Then, he has joined SAM Design, a well-known company for website developing and application. More than 134 websites and application projects have been done there. Yusuf also speaks in many public seminars and radios, as well as teaches at STIKOM and Christian University of Petra Surabaya. Yusuf likes to read, write and watch the movies. You can see his writings on Jawa Pos, Surabaya Post, also internet media. His book has been published, "99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet". He has achieved some regional and national awards too. You also monitor his activities in Facebook profile, http://www.facebook.com/mcd.yusuf or personal website, http://m.yusuf.web.id.

24. July 2012 by Mochamad Yusuf
Categories: All, Blog, Pendidikan | Tags: , , , , , | 8 comments

Comments (8)

  1. trims infonya..sangat bermanfaat sob…
    Surabaya info dan event recently posted..HIV/AIDS Surabaya Terbanyak Se-Jawa TimurMy Profile

  2. Thanks pak infonya. saya sekarang lagi cari sekolah buat anak saya

  3. menurut saya tdk penting masuk SIT (sekolah islam terpadu),SIT adalah ladang bisnis pendidikan terselubung. Apa yg didapat dari SIT? kalau hanya pelajaran agama yg kuat masukkan saja anak anak ke sekolah madrasah.Disana pendidikan agamanya lebih baik plus pelajaran umum sebagaimana sekolah dilingkungan dikbud.Biaya madrasah lebih murah dibanding SIT.Silahkan cari madrasah yg bagus dilingkungan anda semoga pendidikan dinegara kita lebih berjaya.

    • sahabat faisol yang baik, apa yang saudara sebutkan dengan sekolah IT yang berorientasi kepada bisnis memang benar adanya…tapi jangan juga terlalu cepat juga mengeneralisasi bahwa semua mereka sama…ada kok yang masih lurus dan benar-benar menjadi sekolah islam terpadu yang murni berorientasi kepada pendidikan.

  4. Selamat yaa… buat yang punya harta, anda anda bisa menyekolahkan anak anak anda di SIT, sementara bagi sebagian besar orang yang tidak diberikan harta, maka mereka hanya bisa gigit jari.
    Kalau begitu tidak ada bedanya dengan koruptor, disaat koruptor merampas uang negara dengan tipu tipunya, SIT merampas uang keluarga Muslim dengan caranya yang halus.
    Menyedihkan…. ketika para orang tuan ingin anak anaknya berbekal ilmu agama, namun mereka harus di blokade dengan harga sekolah yang mencekik leher.

  5. SIT itu mahal, seperti meludahi keluarga muslim yang tidak mampu.
    Tidak ada bedanya dengan para koruptor, sama sama perampas harta, merampas harta keluarga muslim dengan cara yang sangat halus.
    Bagi anda yang diberikan harta oleh Allah maka anda akan tertawa dan menyeringai melihat saudara anda sesama muslim tak mampu menyekolahkan buah hati mereka ke sekolah dimana anak anda bersekolah.
    SIT dan anda seperti menari nari di atas bangkai sauda anda sesama muslim.

  6. SIT itu mahal, mereka para pemilik, pengurus, dan anda seperti meludahi keluarga muslim yang tidak mampu.

    Tidak ada bedanya dengan para koruptor, sama sama perampas harta, merampas harta keluarga Muslim dengan cara yang sangat halus.

    Bagi anda yang diberikan harta oleh Allah maka anda akan tertawa dan menyeringai melihat saudara anda sesama Muslim tak mampu menyekolahkan buah hati mereka ke sekolah dimana anak anda bersekolah.

    SIT dan anda seperti menari nari di atas bangkai saudara anda sesama Muslim.

    Sungguh menyedihkan ketika para orang tua Muslim (yang tidak berharta) bercita cita ingin menyekolahkan anak anak mereka agar lebih Islami, mengenal Islam, berkepribadian Islam dan dapat hidup secara Islam, namun tidak didukung oleh orang orang Islam itu sendiri, bahkan mereka seperti di blokade, seakan ada batas antara yang berharta dan tidak berharta, maka cita cita tinggallah cita cita, cita cita akan menjadi barang mewah milik orang orang berharta.

    Mana yang namanya Muslim itu bersaudara?, mana yang namanya ekonomi berjamaah?, mana ajaran ajaran Islam yang diajarkan di SIT?, inikah sistem pendidikan yang dilahirkan oleh penggagas dan pendiri SIT?, apakah mereka memilah milah ajaran Islam demi meraup keuntungan, demi kesenangan dunia semata, termasuk kesenangan ketika melihat keluarga Muslim tak berharta bersedih karena tidak bisa menyekolahkan anaknya di SIT.

    Ironi…….

  7. SIT hanya u/org2 yg berduit lebih..kemarin sempat tertarik memasukkan anak ke TK SIT dan tanya2 masalah pembayarannya..ternyata masya Allah lumayan mahal bagi saya yg hanya kary.swasta dan suami pns..u/TK A saja pertemuan 3 jam dlm sehari sdh harus bayar 10 jtan..naik TK B byr lagi jut jut..belum apa2 kepala sy rasanya sdh nyutnyut

Leave a Reply

Required fields are marked *


CommentLuv badge

Subscribe without commenting

%d bloggers like this: