web analytics

Oleh-oleh Lebaran 1433H/2012M (2): SCTV Yang Kuingat Unik dan Aneh

Zidan sedang mengoperasikan kamera yang digunakan untuk meliput reuni ex-karyawan SCTV.

Zidan sedang mengoperasikan kamera yang digunakan untuk meliput reuni ex-karyawan SCTV.

Kunjungan ke kantor SCTV saat reuni lalu membuka beberapa memori dan cerita unik. Hehehe, kadang seperti ada perasaan tidak percaya namun juga kadang berpikir mungkin sudah takdir.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Untuk diketahui dulu, SCTV disiarkan dari Surabaya. Kantornya di Jl Raya Darmo Permai III Surabaya. Jadi kantor pusatnya memang di Surabaya. Dari Surabaya terus dipancarkan ke seluruh nusantara. Sehingga ada beberapa break yang khusus memang disiarkan untuk daerah Surabaya dan sekitarnya, misal: adzan Maghrib. (Kadang aneh saja ya kalau kita lihat TV saat ini. Saya sudah shalat Magrib tapi di TV disiarkan adzan Magrib untuk Jakarta dan sekitarnya. Buat apa untuk kita di Surabaya atau tempat lain ya? Terlalu Jakarta sentris sepertinya.)

Kunjungan pertama ke SCTV adalah saat saya kuliah MK Film dan Televisi. Kita melakukan kunjungan ke beberapa media seperti TVRI dan SCTV untuk melihat lebih dekat cara kerja kru media massa.

Saat di sana kita diterima manager PR-nya. Dia begitu cerdik dan menarik menjelaskan bagaimana SCTV dan kiprahnya. Dia juga tangkas menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa dan dosen Komunikasi UNAIR.

Diam-diam saya mengagumi kecerdasan, kemampuan dan mungkin ‘hokky’nya di SCTV. Saya menjadikan ‘role model’ bagaimana seharusnya lulusan komunikasi lulus dan bekerja nanti, karena dia juga lulusan komunikasi. Bukan Unair sih, tapi Unpad. (Unair belum ada yang lulus, karena baru berdiri, hehehe)

Eh, ternyata ini jadi takdir saya harus bertemu dengan dia lagi nanti. Kelak dia malah menjadi atasan saya saat bekerja di sana. Saya tidak pernah bercerita, bahwa saya pernah bertemu dengannya saat masih kuliah. Jadi mungkin tidak tahu, saya pernah bertemu sebelumnya. Tapi saya ingat sekali. Hehehe, ternyata impian saya itu terwujud bekerja dengan ‘role model’ saya waktu kuliah. Hehehe.

Setelah penjelasan di ruang aula, kita diajak keliling melihat ruang dan para kru bekerja. Kita masuk ruang teknik. Saya kagum pada ruang On Air/Master Control yang penuh dengan televisi dan perangkat-perangkat rumit lainnya. Saya lihat ada orang asing meski bukan bule tapi Filiphina. Saya kagum melihat bagaimana mereka bekerja.

Lalu ada robot yang mengambil kaset pada raknya. Raknya akan berputar mengikuti tempat kaset berada. Lalu kaset itu dipasangkan pada player. Ada beberapa player yang siap jalan di tengah-tengah rak. Ada 2 rak di kiri kanan player. Lalu otomatis dijalankan (play) ketika saatnya jalan. Dan mengambilnya kaset kembali saat selesai untuk dikembalikan pada raknya.

Melihat robot ini bekerja secara otomatis, timbul perasaan kagum. Hebat! Keren! Saya tidak bosan-bosannya memandang. Saya mungkin ada lama di situ, kalau tidak disuruh melihat tempat lain.

Kelak saya akan banyak bekerja di ruang master control ini. Dan tentu saja saya banyak bergaul dengan para kru-nya. Juga banyak berhubungan dengan robot Asaca itu. Mengingat peristiwa ini begitu aneh.

Lalu diajak ke tempat TX, tempat transmitter yang memancarkan gelombang untuk dipancarkan supaya ditangkap oleh TV-TV di rumah. Di sini saya melihat banyak aki untuk sistem emergency. Kunjungan teknik ini dipandu oleh pak Iwan. Sosok yang pasti sudah saya hapal. Karena dia mengasuh program elektronika di TVRI, saat saya masih kecil dan hanya melihat TVRI sebagai satu-satunya TV yang ada.

Dalam perjalanan kembali ke tempat aula, saya melihat sosok lagi bercakap-cakap dengan temannya di selasar. Saya sapa dan salami. Dia adalah mbak Sirikit Syah. Dia dulu adalah bos saya saat menjadi koresponden jurnalistik pelajar Surabaya Post di sekolah SMA dulu.

Aduh senangnya bertemu dengannya. Karena saat masih di Surabaya Post dia resign yang digantikan seseorang (yang kelak pengganti mbak Sirikit ini adalah asisten menteri Pendidikan sekarang. Aneh lagi). Sehingga setelah saya bekerja di SCTV, saya sempatkan datang ke ruangnya untuk silaturahmi. Hehehe, senang. Meski sebentar (karena kemudian dia keluar/resign, saya lupa).

Hehehe, saat reuni kemarin peristiwa-peristiwa unik muncul kembali. Dan yang paling unik adalah awal bertemunya dengan istri di sini. Meski saya sampai resign bahkan reuni kemarin, dia belum pernah menjejakkan SCTV bersama saya. Tapi gara-gara SCTV ini, saya bertemu dengannya.. [PURI, 28/8/2012 sore]

~~~
Serial “Oleh-oleh Lebaran 1433H/2012M” ini adalah sedikit cerita saat saya berlebaran di tahun 1433H/2012M.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

9,459 total views, 2 views today

About Mochamad Yusuf

Mochamad Yusuf was born in Surabaya on December, 29th. After passed his education in Communication Studies from University of Airlangga in 1995, he worked in SCTV as a promotion producer until 1998. Then, he has joined SAM Design, a well-known company for website developing and application. More than 134 websites and application projects have been done there. Yusuf also speaks in many public seminars and radios, as well as teaches at STIKOM and Christian University of Petra Surabaya. Yusuf likes to read, write and watch the movies. You can see his writings on Jawa Pos, Surabaya Post, also internet media. His book has been published, "99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet". He has achieved some regional and national awards too. You also monitor his activities in Facebook profile, http://www.facebook.com/mcd.yusuf or personal website, http://m.yusuf.web.id.

28. August 2012 by Mochamad Yusuf
Categories: All, Blog, Gaya Hidup, Komunikasi | Tags: , , | 5 comments

Comments (5)

  1. Pingback: Kunjungan ke kantor SCTV saat reuni lalu « ..| Home of Mochamad Yusuf |..

  2. Sekedar melengkapi cerita mas Yusuf yang menarik ini, seingat dan setahu saya, mbak Sirikit resign dari SCTV karena akan melanjutkan studi di Inggris.

    Salam….

  3. lho istrimu itu yang mana toh Om ? apa pernah di SCTV ?

Leave a Reply

Required fields are marked *


CommentLuv badge

Subscribe without commenting

%d bloggers like this: